Ekonomi
kerakyatan sekarang ini mulai ditegakkan kembali. Mengingat perekonomian saat
ini tidak lagi berpihak pada rakyat. Para kapitalis mulai menyebarkan jalannya.
Dimana yang memiliki modal besar dialah yang akan berkuasa.
Ciri ekonomi
kerakyatan dimana negara menguasai kebutuhan hidup masyarakat, pemerintah dan
masyarakat saling mendukung, masyarakat merupakan bagian penting dalam
perekonomian, dan berdasar asas kekeluargaan. Masihkah hal itu terjadi di
negara kita?
Berbicara
tentang ekonomi kerakyatan, sudah ada sejak awal tahun 1900-an dimana Sarekat
Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo. Tujuan
didirikannya organisasi ini adalah untuk mengumpulkan para pedagang pribumi
sehingga bisa bersaing dengan produk China. SDI memiliki cabang hampir di
seluruh Nusantara dan dengan hampir dua juta anggota pada tahun 1919. Hal ini
menunjukkan bahwa SDI merangkul siapa saja tidak memandang SARA.
Program-program yang dibuat SDI mengutamakan kepentingan rakyat bukan
kepentingan golongan.
Tahun 1912
nama Sarekat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam yang diketuai
Tjokroaminoto. Lingkup perjuangan SI tidak hanya sebatas perdagangan namun juga
politik, akademik, kemanusiaan dll.
Mulai sekarang
kita harus tegakkan lagi ekonomi kerakyatan. Lindungi rakyat, bukan membuat
rakyat semakin sengsara dengan berbagai ancaman dari para kapitalis. Potensi
yang dimiliki bangsa ini sungguh besar. Tugas kita sebagai generasi masa depan
adalah membangun kembali bangsa ini, ciptakan lapangan pekerjaan jangan hanya
mencari lapangan pekerjaan.
Haparannya
perekonomian tidak lagi berkiblat pada prinsip kapitalisme, namun dapat
berjalan dengan saling menguntungkan dan mendahulukan kepentingan rakyat
daripada kepentingan individu ataupun golongan.







