Mendengar kata
Demonstrasi kita akan terbayang pada demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa.
Sering kita lihat Aksi yang dilakukan para mahasiswa baik di daerah maupun di
ibukota. Mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Hal itu lah yang
mendorong mereka melakukan aksi untuk membela rakyat. Kenaikan BBM, harga
sembako dll mereka akan langsung merasakan apa yang dirasakan rakyat dan
berusaha menyadarkan pemerintah akan penderitaan rakyat.
Aksi dapat
dibilang sebagai pernyataan sikap, penyuaraan pendapat, opini dengan jumlah
masa tertentu dan teknik tertentu agar mendapat perhatian dari pihak yang
dituju. Aksi tidak akan terjadi tanpa dasar pemikiran yang baik, dan pemikiran
itu terjadi dari sebuah pengetahuan, pengetahuan dapat diperoleh dimana saja
mulai dari membaca buku hingga membaca kondisi sekitar.
Aksi tidak
sekonyong-konyong diadakan, perlu ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Tema atau
isu yang akan dibahas harus fokus tidak melebar kemanapun. Target harus tepat,
baik target jumlah masa, media, dan pihak yang dituju. Masa, penggalangan masa
dan pengendalian masa harus diperhatikan.
Di dalam aksi
ada orang-orang yang terlibat dalam suksesnya sebuah aksi. Korlap, pemegang
komando saat aksi sedang berjalan. Orator, orang yang menyampaikan orasi
berdasarkan isu-isu yang telah disepakati. Agigator, pembangkit semangat dengan
pekik teriakan di sela orasi. Negosiator, orang yang bernego dengan pihak-pihak
yang dituju. Humas, bertanggung jawab dalam menjembatani aksi kepada para
jurnalis. Dokumenter, mendokumentasikan aksi dari awal hingga selesai.
Aksi belum
tentu membawa perubahan tetapi mendorong adanya perubahan.







