Kamis, 29 September 2016

TEGAKKAN EKONOMI KERAKYATAN



Ekonomi kerakyatan sekarang ini mulai ditegakkan kembali. Mengingat perekonomian saat ini tidak lagi berpihak pada rakyat. Para kapitalis mulai menyebarkan jalannya. Dimana yang memiliki modal besar dialah yang akan berkuasa.
Ciri ekonomi kerakyatan dimana negara menguasai kebutuhan hidup masyarakat, pemerintah dan masyarakat saling mendukung, masyarakat merupakan bagian penting dalam perekonomian, dan berdasar asas kekeluargaan. Masihkah hal itu terjadi di negara kita?
Berbicara tentang ekonomi kerakyatan, sudah ada sejak awal tahun 1900-an dimana Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo. Tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk mengumpulkan para pedagang pribumi sehingga bisa bersaing dengan produk China. SDI memiliki cabang hampir di seluruh Nusantara dan dengan hampir dua juta anggota pada tahun 1919. Hal ini menunjukkan bahwa SDI merangkul siapa saja tidak memandang SARA. Program-program yang dibuat SDI mengutamakan kepentingan rakyat bukan kepentingan golongan.
Tahun 1912 nama Sarekat Dagang Islam berubah menjadi Sarekat Islam yang diketuai Tjokroaminoto. Lingkup perjuangan SI tidak hanya sebatas perdagangan namun juga politik, akademik, kemanusiaan dll.
Mulai sekarang kita harus tegakkan lagi ekonomi kerakyatan. Lindungi rakyat, bukan membuat rakyat semakin sengsara dengan berbagai ancaman dari para kapitalis. Potensi yang dimiliki bangsa ini sungguh besar. Tugas kita sebagai generasi masa depan adalah membangun kembali bangsa ini, ciptakan lapangan pekerjaan jangan hanya mencari lapangan pekerjaan.
Haparannya perekonomian tidak lagi berkiblat pada prinsip kapitalisme, namun dapat berjalan dengan saling menguntungkan dan mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan individu ataupun golongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar